Perbedaan Rutinitas Skincare Korea dan Eropa

49 Views 0 Comment

Kalau sudah menyangkut rutinitas skincare, kiblatnya kalau tidak Korea, ya Eropa. Wanita Korea dan Eropa (lebih tepatnya Prancis) memang dikenal memiliki kecantikan yang khas. Tidak heran jika perawatan wajah mereka dijadikan pedoman untuk dapatkan wajah sehat dan flawless. Meski tujuannya sama, yaitu merawat wajah, ternyata terdapat perbedaan antara rutinitas skincare Korea dan Eropa. Mari kupas satu per satu berdasarkan penjelasan dari para ahli.

Korea vs European Skincare Routine

Rutinitas Skincare Korea

Perawatan wajah Korea memang booming sekali. Beragam produk skincare Korea dengan segala variasinya harus diakui sangat memikat. Ditambah dengan 10 langkah rutinitas skincare dengan hasil glass skin yang efek glowing-nya tidak main-main, otomatis kita pun terinspirasi lakukan rutinitas perawatan yang sama.

Baca juga: 5 Rekomendasi Serum Korea yang Bagus untuk Glass Skin

Menurut penjelasan Alicia Yoon, founder Peach & Lily, rutinitas skincare Korea dititikberatkan pada perawatan di malam hari. Wanita Korea tahu betul regenerasi kulit paling baik bekerja saat malam antara jam 10 malam hingga 2 dini hari. Meski rutinitas skincare Korea populer diketahui memiliki 10 langkah, tapi sebenarnya prosesnya tidak selalu sepanjang itu. Banyaknya langkah skincare disesuaikan dengan jenis kulit, musim, dan kondisi kulit.

Untuk langkah pertama, Korea dikenal dengan langkah double cleansing, yakni membersihkan wajah dengan oil-based cleanser terlebih dahulu, baru dilanjutkan dengan water-based cleanser. Hal ini bertujuan untuk memastikan kulit benar-benar bersih hingga ke pori-pori. Setelah itu, biasanya wanita Korea akan melanjutkannya dengan toner, essence, serum, lotion, lalu cream (namun urutan ini bisa saja berbeda, tergantung dari preferensi masing-masing).

Satu hal lagi yang tergolong esensial pada rutinitas skincare Korea: sheet mask – Korea adalah surga sheet mask. Mostly, mereka pakai sheet mask hampir setiap hari, entah itu di malam hari atau pagi sebelum makeup. Model Korea Lee Sa Bi terbukti pakai sheet mask setiap malam. Dan itulah rahasia kulit glowing wanita Korea.

Rutinitas Skincare Eropa

Talking about European skincare routine (seperti Prancis), selalu equivalent dengan simplicity. Mantra skincare wanita Prancis adalah “less is more” seperti yang disebutkan Christopher Truffa dari Clarins. Mereka lebih suka rutinitas yang simple, sedikit produk tapi hasilnya maksimal dengan tujuan dapatkan kulit sehat, bersih, halus, dan terhidrasi.

Umumnya, rutinitas skincare Prancis hanya 2 atau 3 langkah. Wanita Prancis biasanya membersihkan wajah dengan micellar water – alasan mengapa micellar water sangat populer di sana. Mereka tidak cuci muka dengan air dan sabun muka karena buat kulit kering. Setelah itu, tinggal pakai moisturizer (atau face oil di malam hari), and done. Se-simple dan sepraktis itu, tapi lihatlah kulit wanita Prancis tetap bersinar.

Baca juga: Rekomendasi Cleansing Oil dan Micellar Water Terbaik

Valerie Grandury, founder brand skincare Odacité, menjelaskan bahwa wanita yang masuk usia 30 biasanya mulai menambahkan produk pada rutinitas skincare-nya. Serum, eye cream, dan night cream adalah produk yang esensial untuk wanita usia 30-an. Memang, jika sudah masuk usia kepala tiga, perawatan kulit harus lebih insentif.

Baca juga: Skincare YSL Beauty Pure Shots untuk Anti-Aging

Kesimpulan

Rutinitas skincare Korea memiliki langkah dengan penggunaan produk dari tekstur yang paling ringan hingga paling berat. Seperti toner, dipakai untuk menyeimbangkan pH agar produk skincare lainnya dapat lebih meresap ke dalam kulit. Lain halnya dengan rutinitas skincare Eropa yang langsung pakai serum atau pelembap setelah cuci muka.

Dari rutinitas skincare Korea dan Eropa, mana yang paling cocok dengan selera dan kondisi kulitmu?

0 Comments

Leave a Comment

Close