Beberapa waktu belakangan ini, tren kecantikan memang kian mengarah pada produk skincare dengan klaim alami atau bahkan organik. Peminatnya yang semakin melonjak menyebabkan berbagai produsen produk kecantikan semakin giat meluncurkan sederet produk dengan klaim bahan natural.

Di pasaran, ada beberapa kandungan alami yang makin mendominasi pasar karena berbagai review yang diperoleh dari banyak beauty blogger. Benar atau tidak? Hasil perbincangan dengan Juliana Yu, MD.H, Cosmetologist, Nutritionist, mengupas beberapa fungsi kandungan alami yang cenderung aman digunakan untuk kulit.

Produk Skincare Alami 

Manuka Honey

Madu selalu memberikan hasil yang maksimal untuk setiap perawatan tubuh, termasuk kulit. Manuka Honey, adalah madu asal New Zealand yang terkenal kaya akan antioksidan alami. “Berbeda dengan madu lainnya, kandungan antioksidan pada madu ini sangatlah tinggi dan tidak mudah ‘pecah’,” jelas Juliana.

Manuka Honey juga memiliki kandungan antibakterial yang tentu cocok untuk pemilik masalah jerawat. Kamu bahkan dapat mengaplikasikannya langsung pada kulit wajah.

We Love: Kiehl’s Pure Vitality skin Renewing Cream

Bearberry

Buah berry terkenal dengan kandungan antioksidan tinggi. Semakin gelap buah berry, artinya kandungan antioksidan di dalamnya akan semakin tinggi.

Bearberry selain kaya akan antioksidan juga memiliki kandungan arbutin. Kandungan ini berperan sebagai agen pencerah kulit alami yang dapat membantu menyamarkan noda gelap pada kulit wajah. Kombinasikan kandungan pencerah kulit dengan produk yang mengandung retinoid untuk hasil yang maksimal.

We Love: Babyface 100% Bearberry Extract, Natural Arbutin Skin Lightener Bleaching Cream

Bakuchiol

Kandungan ini bekerja seperti retinol alami yang diesktrak dari herbal babchi. Bakuchiol sering digunakan pada ramuan herbal Tiongkok untuk merawat berbagai masalah kulit. Bedanya, kamu tidak merasakan efek kering yang umumnya menjadi efek samping retinol.

Baca juga : Perawatan Kulit Wajah Dari Pemilik Skin Dewi

Bakuchiol pun memiliki sifat antioksidan, sehingga cocok kamu gunakan sebagai agen antiaging sekaligus berperan sebagai pencerah kulit.

We Love: Ole Henriksen Goodnight Glow Retin-ALT Sleeping Creme

Pinus

Pinus yang diperoleh dari Prancis dan banyak ditemukan di wilayah Mediteranian ini mulai diandalkan sebagai salah satu formula produk skincare perawatan kulit. Pinus disinyalir dapat membantu meredakan lebam dan scar pada kulit.

Kandungan antioksidan yang sangat kuat membuat pinus menjadi kandungan baru terfavorit untuk mencegah penuaan dini, meningkatkan hidrasi kulit, serta mencegah photo-damaged skin seperti bekas jerawat hingga crow’s feet di area mata.

We Love: Boscia Luminizing Black Mask

 

Meski produk skincare alami cenderung aman digunakan, kamu tetap perlu berhati-hati karena tidak semua produk skincare berbahan dasar alami dapat digunakan oleh setiap orang, terutama bagi wanita hamil.

Beberapa kandungan alami seperti peppermint oil, clary sage oil, rosemary oil, dan juniper oil yang digunakan pada serum wajah, aromatherapy, hingga bath soaks dapat memicu kontraksi dan cenderung “keras” pada janin. “Jika seorang ibu ingin menggunakan produk skincare alami, hindari penggunaan beberapa kandungan alami tadi,“ ungkap Juliana.

Seberapa Aman Produk Kosmetik Alami Bagi Kulit?

Ladies, pernahkah terbersit dalam benak tentang keamanan produk skincare alami yang tengah marak di pasaran pada kulit kamu? Apakah kandungan alami yang ada di dalam suatu produk benar-benar alami?

Alami Bukan Berarti Benar-Benar Alami

Menurut dr Juliana Yu, pengertian alami bukan berarti produk tersebut dibuat dari tumbuhan. “Kandungan alami yang dimaksud artinya terbuat dari renewable resources, bebas uji coba pada hewan, dan ramah lingkungan,” ujarnya. “Setiap orang perlu memerhatikan kandungan produk yang digunakan, apakah benar-benar alami atau menggunakan ekstrak bahan alami,” tambahnya lagi.

Di dunia kosmetika dan perawatan wajah, ada beberapa bahan kimia yang lazim digunakan seperti mica, silica, dan clay. Ketiga bahan tersebut sebenarnya berasal dari bahan alami. Dalam pembuatan kosmetik, bahan tersebut tidak melalui proses kimia yang rumit.

Jika kamu memilih produk dengan ekstrak bahan alami, artinya produk tersebut tidak serta-merta murni terbuat dari bahan alami. Penggunaan bahan alami pun tidak selalu aman digunakan oleh semua orang, tergantung pada kondisi kulit masing-masing pengguna.

Meski demikian, biasanya produsen kecantikan yang menawarkan produk skincare kecantikan berbasis alami tersebut menghindari penggunaan sulfat, phthalates, potasium hydroxide, resorsinol, retionic acid, dan bahan kimia lain yang memicu reaksi alergi, iritasi, serta berbahaya bagi kulit.

Biaya Lebih Mahal

Semakin alami kandungan produk yang digunakan dalam suatu produk, artinya produsen perawatan kulit atau kosmetik tersebut menggunakan teknologi yang semakin tinggi. “Gunanya agar kandungan alami yang terdapat pada produk dapat terjaga kemurniannya. Jangan heran jika produk yang memiliki kandungan bahan alami tinggi dihargai dengan harga yang lebih tinggi,” imbuh Juliana.

Baca juga : 5 Produk Natural Skincare Terbaik untuk Kulit Wajah

Semuanya kembali pada biaya produksi. Ketika suatu produk tidak mendapatkan zat pengawet sintetis, produsen harus memikirkan formula lain yang lebih “ramah” dan teknologi yang terkandung dalam suatu produk. Tujuannya agar produk tetap awet bertahan meskipun usianya cenderung lebih cepat mengalami kedaluwarsa.

Lebih lanjut, Juliana menjelaskan bahwa kamu tak perlu khawatir untuk terus menerus merogoh kocek lebih dalam. Karena setiap tahun, produsen kecantikan pasti terus berinovasi menghasilkan berbagai formula dan teknologi baru agar penggunaan bahan kimia dalam menciptakan produk kecantikan lebih diminimalkan.