Berapa Jumlah Konsentrasi Retinol yang Tepat untuk Pemula?

105 Views 0 Comment

Cari produk skincare yang bisa mengatasi hampir semua masalah kulit wajah? Cari yang mengandung retinol. Kandungan skincare A-class ini memang terkenal dengan menfaat luar biasa: meningkatkan produksi kolagen, mempercepat pergantian sel kulit, mengurangi penampakan keriput, menyamarkan bekas jerawat, dan mencerahkan kulit kusam. Yang artinya, konsentrasi retinol yang bagus untuk eksfoliasi, anti-aging, anti-acne. Ia bisa semua!

Sayangnya, kandungan skincare menakjubkan ini punya efek samping. Retinol dapat menyebabkan kulit kemerahan, kering, mengelupas, iritasi, juga menimbulkan sensasi terbakar. Meski retinol merupakan kandungan skincare cukup keras, bukan berarti tidak bisa dipakai sama sekali. Untuk pemula, jangan takut terlebih dahulu. Ada trik skincare cegah munculnya efek samping retinol. Salah satunya dengan memakai konsentrasi yang tepat.

 

Konsentrasi Retinol yang Tepat untuk Hindari Efek Samping

Seperti yang kita tahu, produk skincare dengan kandungan retinol hadir dengan beragam konsentrasi. Menggunakan jumlah yang tepat dapat mencegah munculnya purging dan efek samping lainnya. Dilansir dari Martha Stewart, dermatolog rekomendasikan 0,25% untuk pemula. Jumlah ini dikatakan aman sebagai permulaan bagi kita yang baru berkenalan dengan retinol.

Sementara bagi kita yang berkulit gelap, konsentrasi retinol yang tepat adalah 0,025% dan dipakai dua kali seminggu, menurut New York Magazine. Mengapa semakin gelap kulit semakin rendah konsentrasinya? Dr. Laura Scott kepada majalah tersebut menjelaskan bahwa kulit gelap bisa mengalami hiperpigmentasi saat pakai retinol konsentrasi lebih tinggi. Nah, butuh waktu lama untuk menyingkirkan hiperpigmentasi ini. Itu yang kita hindari.

Selain faktor kepekatan atau konsentrasi, seleksi pemakaian skincare lain juga perlu diperhatikan. Karena retinol meningkatkan sensitivitas kulit, kita perlu skincare yang dapat โ€œmeredamnyaโ€. Pilih produk dengan manfaat hidrasi dan menenangkan. Cari yang mengandung hyaluronic acid, glycerine, aloe, atau oat. Di saat yang sama, kurangi pemakaian skincare dengan kandungan aktif, seperti AHA/BHA, salicylic acid, dan benzoyl peroxide yang membuat kulit kering.

Yang pasti, jangan lupa untuk selalu pakai pelembap setelah retinol. Jika sudah terbiasa dengan konsentrasi kecil, maka bisa dinaikkan konsentrasi atau frekuensi pemakaiannya. Namun, supaya tidak salah langkah, lebih baik konsultasikan lebih dahulu dengan dermatolog. Semoga info ini membantu!

Baca juga: Produk Skincare The Ordinary dengan Retinol untuk Hilangkan Keriput

0 Comments

Leave a Comment

Close