Cara Membedakan Kulit Kering dan Dehidrasi

211 Views 0 Comment

Membedakan antara kulit kering dan dehidrasi memang sedikit sulit karena keduanya menunjukkan tanda yang mirip. Kulit terasa sama-sama kering. Namun, pada dasarnya kulit kering dan dehidrasi berbeda. Jika masih bingung membedakan dua kondisi kulit ini, mari simak penjelasan dari Georgia Louise, La Mer Global Ambassador yang juga sekaligus facialist Jannifer Aniston.

Perbedaan Kulit Kering dan Dehidrasi

Kulit Kering

Hydration For Sensitive Skin

Kulit kering sebenarnya mengacu pada jenis kulit yang kita miliki sejak lahir atau disebabkan hormon. Namun, kulit kering juga bisa disebabkan oleh faktor lingkungan, seperti cuaca dingin dan memakai produk skincare kurang tepat. Pada dasarnya kulit kering tidak memiliki kadar minyak yang cukup. Dibanding kulit normal, kulit kering memproduksi lebih sedikit sebum. Kulit kering biasanya ditandai dengan tekstur kulit yang kasar, pori-pori yang nyaris tak terlihat, adanya garis-garis halus, dan wajah kusam.

Untuk menguji apakah kulit kita termasuk tipe kering, Louise berikan caranya. Cobalah gosok salah satu area kulit di wajah. Jika melihat kulit terkelupas dan ‘rontok’, lalu kulit menjadi merah dan iritasi, maka bisa dipastikan kulit kita kering.

Cara mengatasi kulit kering adalah dengan eksfoliasi, seperti yang diungkapkan Paula Begoun, founder brand skincare Paula’s Choice. Ini karena kulit kering memiliki lebih banyak sel kulit mati. Jika dibiarkan akan beri kesan wajah kusam. Untuk itu, ia menyarankan pakai lactic acid, asam yang bekerja sebagai chemical exfoliant yang aman untuk kulit kering. Tapi jangan sampai over exfoliating, cukup lakukan 1-2 kali seminggu.

Baca juga:

10 Rekomendasi Produk Skincare dengan Kandungan AHA

PHA, Kandungan Eksfoliasi yang Aman untuk Kulit Sensitif

Setelah itu, pakailah produk skincare seperti serum dan cream yang mengandung humectant (bersifat melembapkan), seperti glycerine yang dapat menarik kelembapan ke dalam kulit dan ceramide yang mampu mengisi ‘celah’ kosong pada sel kulit dengan kelembapan, namun di saat yang sama melindungi kulit dari dampak buruk polusi.

Rekomendasi Skincare untuk Kulit Kering:

Drunk Elephant Lala Whipped Retro Cream
Paula’s Choice Clinical Ceramide-Enriched Firming Moisturiser

Kulit Dehidrasi

Bedanya dengan kulit kering, kondisi dehidrasi bisa dialami oleh kulit berminyak dan kombinasi, sifatnya pun sementara. Kulit dehidrasi seringkali tidak kita sadari, karena kulit luar berminyak, namun sebenarnya dehidrasi di dalam. Tapi tanda-tandanya bisa dilihat dari kulit yang terasa kencang, muncul dark circle, dan tampak garis halus. Ini karena kulit dehidrasi kekurangan air, biasanya disebabkan oleh udara dingin, diet, dan mandi air panas.

Untuk mengembalikan hidrasi kulit, Louise sarankan pakai produk skincare yang dapat mencegah pengikisan air, seperti hyaluronic acid. Mengapa? Hyaluronic acid memiliki molekul serupa spons yang mampu menarik air dan menahannya agar tetap berada di dalam kulit. Selain itu, cara lain mengatasi kulit dehidrasi adalah dari dalam, dengan mengurangi kafein, alkohol, dan rokok. Juga sebaiknya pertimbangkan gaya hidup yang lebih sehat.

Baca juga: Rekomendasi Cream Pelembab Hyaluronic Acid Terbaik

Rekomendasi Skincare untuk Kulit Dehidrasi:

La Mer The Moisturizing Cool Gel Cream
The Ordinary Hyaluronic Acid 2% + B5

Catatan Tambahan: Apapun kondisi kulit kita, kering atau dehidrasi, Louise mengatakan ada kesalahan yang biasa kita lakukan: rutinitas skincare dengan urutan yang kurang tepat. Ia menegaskan agar produk skincare dipakai dengan urutan yang benar, yaitu dari tekstur paling ringan hingga paling pekat. Mulai dari serum, barulah lanjutkan dengan cream, oil, lalu sunscreen.

0 Comments

Leave a Comment

Close