Eksfoliasi Berdasarkan Jenis Kulit

Salah satu perawatan mingguan yang wajib dilakukan pada rutinitas skincare adalah eksfoliasi. Langkah skincare yang sangat penting, ini lantaran eksfoliasi berguna mengangkat kulit mati, mengecilkan pori-pori, mencegah munculnya jerawat, mengurangi kerutan, dan menghaluskan kulit. Untuk mengetahui lebih jelas tentang eksfoliasi, mari simak di bawah ini.

 

Apa itu Eksfoliasi?

Eksfoliasi adalah proses mengikis sel kulit mati agar diganti dengan sel kulit baru. Kulit manusia memiliki 5 lapisan dan sel kulit baru berada di paling dasar. Seiring berjalannya waktu, sel kulit baru ini naik ke permukaan, menggantikan sel kulit yang telah mati. Nah, sel kulit mati inilah yang membuat kulit kasar dan kusam. Eksfoliasi diperlukan untuk meluruhkannya, sehingga lapisan terluar terganti oleh sel kulit baru, menghasilkan kulit yang lebih halus dan cerah.

Meski begitu, kita harus hati-hati saat eksfoliasi. Sel kulit baru di permukaan membentuk skin barrier, lapisan pelindung kulit yang berfungsi sebagai “filter” terhadap “benda” apapun yang berusaha masuk ke dalam kulit. Eksfoliasi berlebihan dapat merusak skin barrier, membuatnya lemah terhadap serangan luar sehingga kulit jadi kering dan mudah berjerawat. Inilah alasan mengapa eksfoliasi sebaiknya dilakukan sebagai perawatan mingguan. Tidak boleh terlalu sering.

 

Ada Dua Jenis Eksfoliator: Physical dan Chemical

Dua jenis eksfoliator ini mempunyai fungsi yang sama, hanya saja caranya berbeda.

Physical exfoliator atau bisa juga disebut eksfoliasi manual biasanya berupa scrub (gula, garam, apricot, dan semua yang memiliki partikel bead) dan brush, basically yang secara fisik “menggosok” kulit. Cara ini efektif dan hasilnya langsung terlihat, kulit jadi halus dan cerah. Namun di saat yang sama, cara ini cukup keras karena gesekan antara physical exfoliator dan kulit bisa menimbulkan luka dan iritasi. Sebaiknya eksfoliasi jenis ini dilakukan secara lembut saja, jangan keras-keras.

Chemical exfoliator boleh dibilang lebih gentle dibanding physical, biasanya ditemukan dalam bentuk acid (asam) pada kandungan produk skincare. Cara kerjanya melepas ikatan antar sel kulit, sehingga sel kulit mati gugur dengan sendirinya. Cara pakainya tidak perlu digosok. Hanya perlu diaplikasikan saja ke wajah. Beberapa kandungan skincare yang bekerja sebagai eksfoliator, antara lain alpha hydroxy acid (AHA) yang berupa glycolic acid dan lactic acid; dan beta hydroxy acid (BHA) yang berupa salicylic acid. Kandungan eksfoliator ini bisa hadir dalam bentuk cleanser, toner, serum, maupun cream.

Seberapa Sering Waktu Ideal untuk Eksfoliasi?

Dermatolog menyarankan eksfoliasi 1-2 kali seminggu, diutamakan chemical exfoliator sebelum physical. Sebagai permulaan, mulailah dengan eksfoliasi sekali seminggu untuk melihat respon kulit. Bisa tambahkan 2-3 kali seminggu jika kulit dapat menerimanya. Namun jika sekali seminggu saja terasa intens, gantilah pakai produk yang lebih ringan dan kurangi frekuensinya jadi lebih jarang.

Secara umum, banyaknya eksfoliasi dapat disesuaikan dengan jenis kulit.

Kulit sensitif 1-2 kali seminggu.

Kulit berminyak 2-3 kali seminggu.

Kulit normal kombinasi 2-3 kali seminggu.

Untuk kulit berjerawat, disarankan pakai jenis chemical exfoliator karena lebih gentle agar jerawatnya tidak iritasi. Sementara kulit berminyak dapat menerima chemical dan physical exfoliator dibanding jenis kulit lainnya. Pada dasarnya, jenis kulit apapun yang tidak sensitif bisa eksfoliasi chemical dan physical, asal tidak dilakukan di hari yang sama.

BACA JUGA: 5 PRODUK NATURAL SKIN CARE TERBAIK UNTUK KULIT WAJAH

 

Perlu Diperhatikan

Ketika pakai physical exfoliator, pastikan melakukannya dengan lembut dan tidak terlalu keras untuk mencegah iritasi. Di samping itu, kita juga perlu memperhatikan presentasi kadar asam pada chemical exfoliator. Pilih eksfoliator ringan seperti lactic acid atau PHA.

Jangan lupa eksfoliasi minggu ini.