Bahaya Blue Light pada Kulit dan Produk Skincare untuk Melawannya

503 Views 0 Comment

Pertanyaan pertama. Selama karantina COVID-19, kira-kira berapa lama waktu berada di depan layar gadget? Bisa dipastikan lebih lama dari biasanya. Di rumah saja membuat kita lebih banyak pakai gadget, entah itu buat video TikTok, meeting di Zoom conference call, atau binge-watching serial Netflix. Pertanyaan kedua. Apakah tahu dampak dari penggunaan gadget terhadap kulit?

Jika sudah paham betul akan pentingnya melindungi kulit dari bahaya sinar UV, kita juga perlu tahu bahwa gadget juga berpengaruh pada kulit. Gadget seperti handphone, layar komputer, tablet, dan TV memancarkan blue light yang juga dikenal dengan nama HEV (High Energy Visible) light. Nah, sinar biru pancaran alat elektronik ini sama bahayanya dengan sinar UV, yakni dapat merusak kulit.

 

Efek Negatif Blue Light Pada Kulit

Dr Murad, dermatolog brand Murad Skincare, menjelaskan kepada Harper’s Bazaar UK bahwa berada di depan komputer selama 8 jam 4 hari kerja sama saja seperti terpapar terik sinar matahari selama 20 menit. Lebih lanjut, dermatolog Dr Stefanie Williams memberikan poin-poin dampak negatif yang diberikan blue light kepada kulit.

Mengakibatkan Penuaan Dini

Dibanding sinar UVA/UVB, blue light dapat masuk lebih dalam ke lapisan kulit dermis tempat kolagen dan elastin berada. Blue light membuat kulit stress sehingga dengan mudah memunculkan tanda penuaan.

Menyebabkan Pigmentasi

Lagi-lagi, dibanding sinar UV, blue light justru lebih mudah menyebabkan pigmentasi kulit. Ini juga jadi salah satu faktor kulit cepat tua.

Mengacaukan Regenerasi Kulit

Paparan blue light di malam hari ternyata dapat mempengaruhi siklus alami sel kulit, seperti yang diungkapkan penelitian oleh Estée Lauder. Blue light membuat kulit “berpikir” bahwa ini adalah siang hari, sehingga proses regenerasi kulit yang terjadi di malam hari menjadi kacau. Inilah yang menyebabkan munculnya tanda-tanda penuaan dan lingkaran hitam mata.

 

Rekomendasi Produk Skincare untuk Lindungi Kulit dari Blue Light

Supergoop! Unseen Sunscreen Broad Spectrum SPF 40

Sekarang kita paham bahwa ancaman buruk pada kulit datang di dalam dan luar rumah. Jadi, pakai sunscreen indoor dan outdoor sudah jadi semacam kewajiban. Untuk sunscreen di dalam rumah, Supergoop! Unseen Sunscreen Broad Spectrum SPF 40 memiliki tekstur serupa gel transparan yang sangat ringan dan nyaman dipakai di dalam rumah. No white cast, no sticky feeling, definitely a must-have untuk lindungi kulit dari blue light gadget dari pagi sampai malam.

 

BareMinerals Complexion Rescue Defense Radiant Protective Veil

Stop digital pollution dengan pakai lapisan pelindung pada kulit. BareMinerals Complexion Rescue Defense Radiant Protective Veil dengan kandungan cacao extract akan menciptakan lapisan yang melindungi kulit dari kerusakan yang diakibatkan blue light. Selain di dalam ruangan, produk ini juga dapat melindungi kulit dari penyerapan partikel karbon dan metal berat di luar ruangan.

 

Cover FX Water Cloud Primer

Untuk melawan bahaya lingkungan berupa radikal bebas, metal berat, dan blue light, Cover FX Water Cloud Primer yang memiliki tekstur mousse yang menyejukkan ini dapat melindungi kulit kita. Thanks to formula yang diperkaya plankton extract dan exopolysaccharide. Selalu pakai setiap saat sebelum makeup untuk memastikan kulit is well-protected.

 

Sisley Paris Sisleyouth Anti-Pollution Blue Light Shield

Dari namanya saja sudah sangat jelas produk ini memberikan perlindungan ganda terhadap polusi maupun blue light. Bahan-bahan seperti organic buckwheat seed extract bekerja sebagai super antioksidan untuk memperkuat skin barrier kulit sehingga dapat melawan radikal bebas, termasuk ancaman bahaya blue light.

Next, 5 Clean Sunscreen yang Ramah Lingkungan

0 Comments

Leave a Comment

Close