Jika diperhatikan, produk skincare sekarang ini banyak sekali jenisnya. Kandungannya pun sangat beragam. Apalagi muncul pula sejumlah metode skincare, mulai dari 10 tahapan skincare, 7 lapis toner, hingga jade rolling. Yang tidak begitu masuk ke dalam dunia skincare pasti bingung. Bahkan mereka yang sudah masuk kategori skincare enthusiast bisa saja merasa sedikit overwhelming dengan berkembang pesatnya industri ini.

Entah dirimu penganut paham skincare minimalis atau maksimalis, memakai produk sesuai keinginan sendiri atau bersandar pada review di forum kecantikan, ada satu hal yang perlu kita tahu: kandungan yang paling umum ditemukan pada produk skincare dan cara yang benar memakainya. Kandungan ini boleh dikatakan yang paling basic dan sudah terbukti efektivitas kerjanya. Jika sedang mencari produk skincare, carilah yang memiliki kandungan tersebut.

Diambil dari penjelasan para ahli di dunia kecantikan, berikut 5 kandungan skincare yang paling umum dan cara benar memakainya.

Hyaluronic Acid

Apa itu Hyaluronic Acid?

Senyawa ini sebenarnya sudah ada dalam tubuh kita karena tubuh memproduksinya. Fungsinya menahan air dalam kulit 1000 kali lebih kuat.

Kegunaan Hyaluronic Acid

Hyaluronic acid bekerja meningkatkan kelembapan yang berkurang akibat paparan sinar UV. Dengan terjaganya kelembapan kulit, maka kulit jadi lebih kenyal dan awet muda (mencegah munculnya keriput). Kandungan ini sangat diperlukan kulit kering agar tetap lembap.

Cara Pakai Hyaluronic Acid

Biasanya hyaluronic acid ditemukan pada serum dan cream. Dipakai sekali sehari sudah cukup. Karena fungsinya yang mengunci kelembapan, jadi kandungan ini sangat aman dan tidak perlu kekhawatiran memakainya. Artinya, mau digabung dengan kandungan lain pun tidak menimbulkan efek maupun iritasi.

Selain berupa produk skincare, hyaluronic acid bisa disuntikkan ke dalam kulit. Suntik hyaluronic acid, treatment kecantikan yang dilakukan dermatolog dan aesthetic clinic, dapat bertahan hingga satu tahun. Dengan kata lain, hasilnya tidak permanen dan harus dilakukan berulang untuk hasil tahan lama.

Product to try:

Indeed Labs Hydraluron Moisture Booster

 

Vitamin C

Apa itu Vitamin C?

Dikenal sebagai antioksidan dalam skincare, vitamin C (atau disebut pula L-ascorbic acid) sudah lama diketahui efektif dalam mencerahkan kulit, menghilangkan bekas jerawat, dan melindungi kulit dari stressor lingkungan. Kandungan ini sangat umum ditemukan pada produk skincare. Namun, ada beberapa aturan dalam memakainya.

Cara Benar Pakai Vitamin C

Vitamin C sebaiknya dipakai sekali sehari, di pagi atau malam hari, tergantung dari produk skincare lain yang mendampinginya. Untuk hasil optimal, jangan pakai vitamin C bersamaan dengan kandungan berikut:

  • Cleanser berbasis oil, karena minyak dapat menghalangi kulit dalam menyerap serum vitamin C berbasis air.
  • AHA dan BHA, karena dua kandungan ini berupa asam. Walau sebenarnya tidak berbahaya dipakai bersama vitamin C, tapi gabungan dua kandungan ini dapat mengurangi kinerja vitamin C.
  • Retinol, karena kandungan ini bersifat exfoliant (mengangkat sel kulit mati), dapat menyebabkan iritasi dan kemerahan jika dipakai bersama vitamin C.

Solusinya, pakailah vitamin C di pagi hari, dan kandungan aktif lainnya di malam hari. Satu lagi, wajib melapisi vitamin C dengan sunscreen di pagi hari agar tidak rusak oleh sinar UV.

Untuk hasil optimal, disarankan pakai vitamin C dengan konsentrasi 20% atau lebih, itupun berupa serum agar hasilnya lebih cepat terlihat.

Product to try:

Drunk Elephant C-Firma Day Serum

 

Salicylic Acid

Apa itu Salicylic Acid?

Kandungan ini familiar sebagai zat yang mampu menghilangkan jerawat. Pada dasarnya, salicylic acid adalah chemical exfoliator kategori BHA yang bersumber dari willow bark tree. Sangat baik untuk kulit berminyak dan berjerawat. Kerjanya membersihkan pori-pori, mencegah munculnya komedo dan jerawat.

Cara Benar Pakai Salicylic Acid

Produk skincare dengan kandungan salicylic acid bisa dipakai setiap hari. Namun karena bersifat exfoliant, kandungan ini berpotensi sebabkan iritasi. Maka, jangan barengi pemakaiannya dengan AHA (glycolic acid dan lactic acid) dan keratolytic (trichloroacetic acid dan allantoin). Biasanya salicylic acid ditemukan dalam konsentrasi 2-5% pada produk skincare di pasaran.

Product to try:

Mario Badescu Anti Acne Serum

 

AHA (Alpha Hydroxy Acid)

Apa itu AHA?

Sama seperti salicylic acid, AHA juga merupakan chemical exfoliator. Bedanya, fungsi AHA “menggugurkan” sel kulit mati namun melembapkan kulit. Asam yang masuk kategori AHA adalah glycolic acid (bersumber dari tebu) dan lactic acid (bersumber dari susu). Meski ditemukan pada sumber alami, dua jenis AHA ini juga tersedia sintetisnya.

Cara Benar Pakai AHA

Waktu tepat memakainya adalah malam karena kandungan ini terbilang kuat dan mengiritasi. Pilih AHA dalam rupa serum dibanding masker atau cleanser, karena serum lebih sering dipakai sehingga hasilnya bisa lebih cepat terlihat. Konsentrasi AHA pun sebaiknya disesuaikan dengan jenis kulit dan respon kulit. Untuk lactic acid, cari konsentrasi 5-10% untuk pemakaian biasa, atau 10-20% untuk peeling.

BACA JUGA: CARA MELAKUKAN EKSFOLIASI BERDASARKAN JENIS KULIT

Product to try:

Pixi Glow Tonic

 

Retinol

Apa itu Retinol?

Retinol adalah turunan vitamin A yang terkenal dengan manfaatnya sebagai anti-aging. Ia bekerja dengan mengeksfoliasi kulit dan mempercepat pergantian sel, sehingga sangat baik untuk melawan tanda penuaan dan menghilangkan noda hitam.

Cara Benar Pakai Retinol

Perlu diketahui, retinol adalah kandungan potent yang bisa buat kering dan iritasi, pemakaiannya harus hati-hati. Sangat disarankan pakai 1-2 kali seminggu sebagai permulaan untuk mengetahui respon kulit. Awali dengan kadar 1% dan 0,25% untuk kulit sensitif. Pakai hanya di malam hari karena retinol sensitif terhadap sinar matahari. Hindari pakai bersama AHA/BHA dan vitamin C.

Product to try:

Murad Retinol Youth Renewal Serum