valentino cover

Koleksi VALENTINO UOMO Fall Winter 2019-2020 kalau boleh dibilang menangkap jelas potensi komersial dari budaya street wear, namun masih dibungkus dengan pendekatan tailoring yang tepat – bergaya mewah. Tawaran yang pas untuk laki-laki modern, penggemar gaya urban dan less conventional.

Dengan mengusung tema yang lebih fluid (mengalir), koleksi VALENTINO UOMO Fall Winter 2019-2020 mengizinkan laki-laki untuk dapat bebas berekspresi. Mengutip show note koleksi ini: sisi maskulin yang mengalir, bebas dari definisi, tanpa presisi dan bentuk yang pasti, tanpa ikatan apa pun. Mengingatkan kita pada tendensi desain gender-less yang begitu populer beberapa musim terakhir. Karena sejatinya, mungkin, laki-laki modern bosan dengan celana dan baju (atasan) yang modelnya begitu-begitu saja.

Beberapa tahun belakangan, merupakan periode dimana laki-laki dengan rasa penasaran besar, hasrat untuk berekespresi, memakai sesuatu yang berbeda dengan yang selama ini mereka pakai. Mungkin salah satunya adalah tawaran terbaru VALENTINO ini. Pertemuan tailoring yang kaku dengan nuansa streetwear modern menciptakan mood yang lebih kontemporer.

Kenyataannya memang susah meraup pasar di tengah dinamika industri saat ini, bila tak menyentuh atau berkolaborasi dengan elemen sporty atau streetwear. Istilah athleisure mungkin adalah kategori yang pelan-pelan meredup, karena estetika sporty yang total mulai digeser oleh elevated tailoring. Kategori yang sebenarnya tak terlalu baru, seklasik memasangkan padanan jas dan celananya dengan sepatu sneakers paling trendy.

Tapi tentu, VALENTINO melakukannya dengan lebih baik lagi. Jas dan celana dibuat lebih rileks, lebih longgar. Berbagai macam coat dan jaket dalam warna-warna maskulin menjadi jaminan agar koleksi yang hype ini bisa dipakai oleh laki-laki yang merasa cukup konservatif. Semua nampak didesain agar terlihat keren di jalanan. Di mana elemen street style makin jadi pertimbangan utama banyak desainer dalam merancang. It has to look good on the streets, when you wear it.

Kolaborasi VALENTINO dengan UNDERCOVER dan BIRKENSTOCK

Plus, kolaborasi dengan brand UNDERCOVER oleh Jun Takahashi dan sandal BIRKENSTOCK mewujudkan sebuah koleksi yang punya daya tarik lebih universal. Sebuah dialog tiga pihak yang terasa cukup kultural. Apalagi jika mengingat bahwa masing-masing brand berbasis di 3 negara berbeda.Β  Jun Takahashi menghadirkan sederet karya grafis bernuansa luar angkasa yang muncul di jaket, cardigan, sweater sampai coat. Sementara logo VLTN muncul di varian Birkenstock hitam dan warna merah VALENTINO yang khas. Membuat ide memakai sandal dengan kaos kaki, yang terdengar aneh bagi sebagian orang, jadi lebih masuk akal musim depan (dan gaya ini juga muncul di runway sebenarnya).

valentino birkenstock