Untuk koleksi Fall Winter 2019, Tory Burch memilih pendekatan yang liberal. Terinspirasi dari gaya artistik dan pola pikir bebas Black Mountain College (sebuah institusi pendidikan seni yang sangat terkenal di era 30an), Tory Burch Fall Winter 2019 menawarkan koleksi gaya retro kontemporer yang sangat eklektik, artistik. Ditambah dengan kombinasi-kombinasi yang tidak biasa, dan dipengaruhi seni modern.

Tentu, tema retro dasarnya memang tak pernah hilang dari tawaran trend. Inspirasi-inspirasi masa lampau selalu punya detail-detail sampai warna yang terus menarik untuk diterapkan pada koleksi. Mungkin salah satunya karena manusia memang selalu mencintai nilai-nilai nostalgia, yang membuat pakaian-pakaian bergaya retro tak pernah kekurangan fans.

Sesuatu yang rasanya wajib diingat designer  baru. Bila bingung ingin membuat koleksi seperti apa lagi, coba temukan beberapa elemen yang sangat kontras. Lalu temukan cara mempertemukan mereka dalam koleksi yang ingin dibuat. Karena itulah yang dapat kita amati di koleksi Tory Burch Fall Winter 2019 depan.

Se-eklektik apa gaya retro kontemporer

Koleksi Tory Burch Fall Winter 2019?

Motif garis bertemu  floral. Inspirasi dan bahan menswear diolah dengan  gaya siluet yang romantik. Tebaran warna-warna khas musim gugur, dengan aksen kuning dan hijau untuk suntikan energi. Tapi ada pula putih, hitam, dan biru yang lebih gelap. Motif-motif yang dipilih juga menjamin sebuah koleksi yang eklektik. Ada Herringbone, kotak-kotak, renda. Sekuin dan bordiran beraksen unfinished dihadirkan untuk memperlihatkan dimensi yang lebih hidup. Permainan tekstur juga terlihat untuk gaya dan ekspresi yang lebih pada aksesori, seperti sepatu dan tas. Sisi feminin dimaksimalkan dengan detail-detail seperti ruffle, lipit, dan rumbai yang bisa kita lihat di kerah maupun lengan. Sejumlah tas bergaya dekonstruktif dan sepatu boots yang tangguh juga dapat dipilih musim depan.

Hasilnya? Beberapa ide mix and match yang berani dan sangat bernuansa street style.

Ada parka panjang bergaya sporty yang dipakai dengan gaun malam bertabur motif floral. Coat bulu-bulu yang dipakai dengan setelan bergaya piyama. Sangat retro dan eksentrik. Tangguh tapi juga feminine: Dress feminin dengan taburan motif floral dipakai dengan jaket berelemen tweed bergaya militer dan boots tinggi beraksen geometris. Retro dan quirky: Setelan motif garis dipakai dengan blus motif kontras dan kerah ekstravagan. Tapi yang simpel pun ada, seperti  denim yang dipakai dengan retro inspired blouse dan boots.

Pendekatan liberal memang sangat dibutuhkan untuk menciptakan sebuah karya atau koleksi yang penuh karakter. Pendekatan yang sangat dibutuhkan di tengah dinamisnya industri fashion, dimana isu plagiarisme begitu sensitif sehingga bisa saja sebuah koleksi dari label A kurang lebih mirip dengan yang dirilis oleh label B. Atau sebaliknya, inspirasi menjadi begitu stagnan sehingga deretan koleksi baru tak mampu meninggalkan kesan.

Tory Burch Fall Winter 2019 dengan tawaran-tawarannya yang sangat ekspresif tentu jauh dari kata stagnan. Begitu nyaring sehingga melekat di ingatan, bahkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *