Gerakan Sustainable Fashion
Photo: Buro247

Meski faktanya industri fashion jadi penyumbang sampah kedua setelah minyak, sebenarnya sudah lama pelaku industri ini melakukan aksi penyelamatan bumi melalui gerakan sustainable fashion (praktik fashion dengan etika menjaga bumi dari bahaya limbah sekaligus melindungi pekerja dari tindakan pelaku Fast Fashion yang tidak bertanggungjawab), well, walau belum semuanya. Namun, tampaknya gerakan ini akan semakin gencar dilaksanakan dengan adanya aksi kolaboratif “G7 Fashion Pact”.

G7 Fashion Pact merupakan gerakan yang dilakukan industri fashion dalam misi penyelamatan lingkungan. Gerakan ini sendiri digagas oleh presiden Prancis Emmanual Macron dan CEO Kering François-Henri Pinault pada G7 summit di Prancis. Gerakan ini mengajak brand dan desainer untuk bergandeng tangan, bersama-sama mencapai tujuan mengurangi dampak buruk fashion pada lingkungan.

Sampai saat ini, 32 perusahaan (yang di dalamnya terdapat 150 brand) sudah mengangguk setuju untuk turut serta dalam Pact ini. Beberapa di antaranya adalah Gucci, Chanel, Tapestry (yang memayungi Coach dan Kate Spade), Nike, Alexander McQueen, Prada, Hermès, Ermenegildo Zegna, Burberry, Gap, Zara, H&M, Prada Group, Puma, Ralph Lauren, Salvatore Ferragamo, Selfridges Group, Stella McCartney, Nordstrom, dan Capri Holdings (perusahaan baru yang menaungi Michael Kors, yang juga pemilik Jimmy Choo dan Versace).

Koalisi brand ini akan fokus pada tiga isu utama, yaitu perubahan iklim, perlindungan keanekaragaman hayati dunia, dan perlindungan laut. Dalam tiga isu kunci tersebut, terbagi misi-misi spesifik sebagai berikut:

  1. Beralih ke 100% energi yang dapat diperbaharui, dengan ambisi sudah bisa diterapkan seluruhnya di rantai manufaktur sebelum 2030.
  2. Menghilangkan emisi karbon sebelum 2050.
  3. Beralih ke pendekatan “ramah satwa liar” di bidang pertanian, pertambangan, dan kehutanan serta menggunakan taktik regeneratif.
  4. Menghilangkan polusi serat mikro yang dihasilkan saat mencuci bahan sintetis.
  5. Memakai bahan baku sustainable untuk mengurangi polusi bahan kimia di sungai dan laut.
  6. Menghapuskan penggunaan plastik sekali pakai sebelum 2030.

Untuk mempraktikkan komitmen ini, tentu akan ada perubahan besar yang dialami brand. Namun, sudah ada beberapa yang sebelumnya memang sudah aktif melakukan gerakan sustainable fashion, seperti Stella McCartney yang melenyapkan pemakaian plastik dengan memakai polister daur ulang, Ermenegildo Zegna mendesain jas yang dapat didaur ulang, Prada yang berjanji hanya menggunakan nilon daur ulang, Zara yang fokus pada material organik dan daur ulang, serta Gucci, Michael Kors, dan Versace yang siap meninggalkan pemakaian bulu asli.

Bila brand-brand besar sudah bersumpah untuk menjaga kelestarian bumi, terlebih secara kolektif, bisa dipastikan brand-brand kecil akan mengikuti. Bila tadinya industri fashion adalah pencemar lingkungan terbesar, dengan adanya G7 Fashion Pact sangatlah mungkin menjadikan fashion sebagai industri yang berperan besar dalam keberlangsungan planet ini.

Baca Juga: Koleksi Terakhir Karl Lagerfeld untuk Chanel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *